Home
Reload page

Thursday, October 19, 2023

Filled Under:

Pembuatan Pupuk

ECO ENZYME
Eco Enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.
Komposisi pembuatan Eco Enzyme 1:3:10 dengan rincian 1 liter molase, 3 kilo buah/sayur, dan 10 liter air bekas cucian beras. 

Setelah semua bahan tercampur, kemudian ditutup dengan kain dan disimpan ditempat yang teduh. Masa simpan sekitar 1 bulan.
PSB (Photosintetic Bacteria)
Bakteri fotosintesis atau photosynthetic bacteria (PSB) adalah bakteri autotrof yang bisa berfotosintesis dengan sendirinya. PSB punya pigmen Bakteriofil A atau B yang bisa memproduksi pigmen warna merah, hijau, hingga ungu untuk menangkap energi matahari yang digunakan sebagai bahan bakar fotosintesis.
Manfaat PSB 

Membantu kebutuhan nitrogen untuk segala jenis tanaman 
Mengurangi hydrogen sulfida (H2S) di dalam tanah, untuk membantu akar tanaman dapat tumbuh dengan baik
Membantu kemampuan tanaman untuk menyerap pupuk lebih baik
Sel bakteri fotosintetik terdiri dari sekitar 60% protein, yang terdiri dari semua asam amino esensial. Ini juga mengandung vitamin dan mineral seperti B1, B2, B5 dan B12, asam folat, vitamin C, vitamin D dan vitamin E
Penambahan suplemen atau nutrisi sehingga mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan secara tidak langsung sangat ramah lingkungan dan bisa mengurangi biaya produksi hingga sampai 50%
Membantu menstimulasi pertumbuhan akar tanaman untuk berkembang dan bercabang dengan baik, sehingga menghasilkan jumlah serat yang baik
Membantu menstimulasi kekebalan tanaman seperti daun, bunga, buah dan kulit kayu sehingga lebih kuat terhadap serangan hama dan penyakit, dan 
membantu akar, daun, bunga dan ranting tanaman tumbuh lebih cepat serta mampu mengurangi infeksi, jamur atau pathogen dan dapat mengendalian penyakit busuk akar.

Alat dan Bahan

Alat :

Sendok
Mangkok
Botol Kemasan Air Mineral 1,5 L
Bahan :

Telur 1 butir
Fetsin 1 Sendok Makan
Air Hujan/Air Kolam/Air Sumur 1,5 L
Cara Membuat PSB

Telur dicampurkan dengan fetsin kemudian diaduk merata menggunakan sendok makan
Botol kemasan yang telah disiapkan diisi dengan air hujan atau air sumur atau air kolam kemudian ditambahkan telur yang telah dikocok merata ke dalam botol kemasan tersebut dengan porsi yang sama, 
Selanjutnya ditambahkan biang PSB 1-2 tutup botol lalu dikocok dan dijemur dibawah terik matahari selama 2-3 minggu.
Agar PSB cepat jadi, ditandai dengan campuran berubah warna menjadi merah, ungu atau hijau, saat penjemuran dilakukan pengocokan sehari sekali terutama pada saat siang hari. Pengalaman menggunakan air kolam yang sebelummnya sudah ditulari bakteri ini, tidak perlu ditambah biang lagi dan sekitar 2-4 hari sudah tampak merah.

Jakaba Super





Cara Membuat Jakaba Super:

  1. Merendam 1-2 kilogram akar bambu dengan 10-15 liter air hujan atau air yang telah direbus selama 2 hari. Bahan lain adalah tauge yang telah direndam selama 2 hari dengan menggunakan air hujan, setelah dua hari blender halus tauge beserta air rendaman.
  2. Siapkan dedak halus sebanyak 2 kilogram, 1-2 bungkus trasi kecil, 200 gram gula pasir, 2-3 sendok makan kapur sirih dan air hujan sebanyak 15 liter sebagai pengencer.
  3. Setelah semua bahan diatas terkumpul, rebus dedak bersama terasi, gula, dan kapur sirih, hingga mendidih lalu sisihkan hingga dingin.
  4. Setelah dingin, masukkan adonan dedak yang telah dimasak tersebut ke dalam rendaman akar bambu, lalu masukkan juga blenderan tauge.
  5. Aduk hingga merata lalu tutup dengan menggunakan kain dan ikat rapat menggunakan karet.
  6. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan tunggu 21 hingga 30 hari. Jakaba muda akan mulai muncul pada hari ke 21 setelah pemeraman.

Namun, untuk mendapatkan Jakaba yang sudah tua, perlu menunggu hingga hari ke-30 atau semakin lama semakin baik.

Untuk memperbanyak jakaba ini sangat mudah dengan mengambil larutan sebagai starter. Proses sampai tumbuh jamur diatas campuran larutan. Syarat penyimpanan terhindar dari sinar matahari. 

MKP
MKP merupakan singkatan dari mono kalium phosphate. Pupuk ini mengandung 52 persen fosfat dan 34 persen kalium. Fosfat berfungsi merangsang pembungaan serta kalium menguatkan tanaman dan buah. Pada intinya, pupuk MKP berfungsi merangsang pertumbuhan akar dan pembungaan serta mencegah kerontokan bunga dan buah.

Pupuk MKP (monokalium phosphate) merupakan pupuk penyubur tanaman yang mengandung unsur hara tinggi yaitu 52% fosfat dan 34% kalium. Kandungan fosfat dalam pupuk ini dapat merangsang proses pembungaan tanaman. Selain itu, terdapat juga kandungan kalium yang dapat menguatkan tanaman dan buah.
Dalam prakteknya yang dipandu langsung oleh instruktur Anggit M. Wibowo, S.KP dan Rindang Purwandari, SP di lokasi demplot BBPPM YOGYAKARTA, peserta pelatihan diajarkan cara pembuatan pupuk MKP dengan olahan sisa buah pisang yang telah membusuk dan cacahan buah nanas. 
Disediakan tempat berupa tong ukuran sekitar 60liter dengan campuran air kelapa sebanyak 18 liter kemudian ditambahkan cacahan pisang dan nanas. 
Bahan lain yang diperlukan yaitu kumpulan daun kering alami yang dibungkus kain dan diberikan pemberat berupa batu supaya tidak mengapung dan posisi daun kering tetap mengambang ditengah olahan. 

Kentang direbus dan dilembutkan juga ditambahkan dalam olahan kemudian diberikan EM4 untuk tanaman sebanyak 7 tutup botol dan dicampur dengan molase kurang lebih sebanyak 200ml.

Olahan yang telah dicampur dengan berbagai bahan tersebut ditutup dengan kain dan dapat ditunggu kurang lebih sekitar 30 hari.

Pupuk Kohe Kambing Fermentasi
Cara untuk memfermentasi kohe kambing adalah dengan mengumpulkan dalam satu wadah kohe kambing setengah dari kapasitas tempat/media. Tambahkan 1 EM4 dan 1 Molase kemudian ditambahkan air sebanyak 3/4. 

Penggunaan dengan cara mengambil airnya dan dapat digunakan untuk tanaman buah dan sayuran dengan perbandingan standar 1:10.

------------------------------------------------------------------------------
Narasumber : Pujo Rahmat W, SP.
BBPPM YOGYAKARTA
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi
Penulis : a.marshall



0 comments:

Post a Comment